Hotline (021) 765 6000
 
     
Di sarikan oleh : Nurhayati, S Kep, Ns.


Resep hijau adalah istilah yang dibuat oleh praktisi kesehatan di New Zealand, berupa saran tertulis oleh dokter agar pasiennya lebih banyak berolahraga.

Trend pemberian obat yang bukan berbentuk tablet, kapsul dan infus makin luas digunakan. Dokter–dokter di Selandia Baru memperkenalkan konsep pengobatan mutakhir yaitu resep hijau atau green prescription (GRx). Tidak hanya tergantung pada obat konvensional, resep hijau pada intinya adalah panduan yang diberikan oleh dokter atau perawat kepada pasien agar mengubah cara hidup (lifestyle) untuk mempercepat penyembuhan. Gaya hidup antara lain olahraga fisik, diet dan pola makan.

Gaya hidup menurut beberapa ahli:

Menurut Sutisna (2002) gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang lain menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungan (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (pendapat). Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata, yang menandai system nilai serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara, tata, kebiasaan, pilihan serta objek–objek yang mendukungnya. Dalam pelaksanaan dilandasi oleh system nilai atau system kepercayaan tertentu.


Menurut Kotler (2005) gaya hidup adalah pola seseorang didunia yang mengekspresikan dalam aktivitas, minat dan opini. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Menuru Yohanes (2006) gaya hidup mempengaruhi prilaku seseorang yang pada akhirnya menentukan pola komsumsi seseorang

Menurut Sumarwan (2014) gaya hidup lebih menggambarkan prilaku seseorang, yaitu bagaimana hidup menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya.

Dari beberapa definisi diatas penulis menyimpulkan gaya hidup adalah prilaku yang dipilih oleh individu dalam aktivitas kehidupan dari segala aspek, bagaimana menghabiskan waktu, membelanjakan uang, berpenampilan, menerapkan pola makan, menerapkan pola olahraga, sampai pada menentukan keputusan merokok atau tidak, dll.

Gaya hidup masyarakat saat ini terutama di kota tidak hanya pada pilihan prilaku akan tetapi juga pada keadaan yang harus dilakukan dalam aktivits sehari – hari, dimana harus menghadapi kenyataan macetnya jalan yang menyebabkan waktu tempuh menjadi lama walaupun jaraknya dekat, sehingga individu tidak lagi sempat melakukan olahraga secara rutin.Walaupun demikian banyak juga gaya hidup yang merupakan pilihan individu seperti : pola makan sehat, kebiasaan merokok, minum alcohol, dll.


Resep penyembuhan lewat olahraga fisik punya landasan kokoh yang bersumer pada penelitian ilmiah serta pada pertimbangan ekonomi ditengah mahalnya harga obat dan layanan kesehatan.Sebuah penelitian oleh British Journal Of General Practise menemukan bahwa aktivitas fisik merupakan cara penyembuhan yang sangat murah, sekaligus potensial menjadi salah satu bentuk layanan kesehatan primer ditingkat komunitas.

Para peneliti menemukan bahwa resep yang berisi saran agar pasien sering berjalan, melakukan olahraga berkelompok dan olahraga ringan lebih efektif sekaligus murah ketimbang kelas gym atau kelas jalan secara sendiri–sendiri.

Peneliti lain menunjukan bahwa jenis resep ini efektif untuk meningkatkan akitivitas fisik dan kwalitas hidup dalam waktu lebih dari 12 bulan tanpa efek samping.


Hasil positif resep hijau di Selandia Baru telah mengilhami negara lain untuk melakukan program serupa.Dokter umum di Devon dan Somerset Inggris, misalnya telah berhasil menyemangati pasien untuk berekreasi dialam bebas,termasuk mengunjungi taman nasional,sebagai bagian dari terapi mereka.Pasien operasi bedah diberi resep ”Jalan untuk kesehatan" dalam bentuk kegiatan berjalan didalam ruangan.

Di Singapura ada organisasi yang bernama ‘Exercise is Medicine Singapore‘ menurut sebuah survey disana, dokter dokter yang pernah mengikuti pelatihan resep olahraga dari organisasi itu sekarang lebih banyak meresepkan olahraga kepada pasien mereka.Organisasi tersebut mengajar dokter bagaimana car membuat resep olahraga dan kebugaran yang sesuai dengan kaidah penyembuhan serta aman.

Dokter–dokter di Indonesia sebenarnya juga sudah biasa memberi saran agar pasien berolahraga fisik untuk membantu penyembuhan, namun itu belum diformalkan dalam ‘resep hijau‘.